Teknik Memburu dan Menulis Berita

12 02 2007

Berita dalam surat kabar menduduki posisi penting, menyita hampir 60 % dari keseluruhan isinya. Disamping masih ada beerita dalam bentuk Artikel. Features, Tajuk, Kolom, Berita Foto, Karikatur dan Gambar Strip serta Iklan. Ini mengingat berita merupakan kebutuhan pokok pembaca.

Berita merupakan suatu tulisan yang memuat fakta dari salah satu kejadian yang menarik minat pembaca untuk mengetahuinya. Jadi tidak mustail kalau berita menjadi primadona yang banyak menyita halaman surat kabar.

Ada beberapa faktor yang dapat mendukung berita menjadi menarik dan mengundang minat baca masyarakat, diantaranya :

1.      obyeknya menarik, karena ada sesuatu yang aneh, hebat atau menyangkut nama tokoh dan tempat yang terkenal.

2.      Punya dampak yang dengan dampak berita itu orang merasakan terlibat didalamnya, baik perasaan maupun kepentingannya.

3.      Dihidangkan pada waktu yang cepat dan tepat. (hangat) dan (akurat).

4.      Dilaporkan secara lengkap, teliti, benar, serta ditulis dengan susunan bahasa yang indah dan enak dibaca dan mudah dicerna.

DARI MANA SUMBER BERITA

Ada beberapa  sumber yang dapat dimanfaatkan untuk menggali dan memburu berita : diantaranya :

1.      Inspirasi

Bisa bermula dari diri wartawan atau orang lain yang dekat dengannya

2.      Informasi

  1. Mendengarkan (listening)
  2. Menggali sejarah hidup seseorang (life history methode)
  3. Menjadi “pengamat-peserta” (partisipant-observer)
  4. Mengamati (watching)
  5. Melakukan introspeksi

-         pengalaman diri (internal experience)

-         dengan metode participant dan empathy (the ability to feel what others feel)

3.      penugasan / tugas khusus dari redaksi

4.      peristiwa tak terduga (bencana alam, kecelakaan, kebakaran dan peristiwa lain yang punya nilai berita tinggi)

BAGAIMANA MEMPEROLEH BERITA

Wartawan bukan manusia super. Namun karenaprofesinya, ia terpaksa dituntut untuk menguasai berbagai ragam pemikiran dan persoalan yang terjadi ditengah masyarakat. Untuk itu, seorang wartawan senantiasa dituntut untuk mengembangkan kemampuan diri bila tidak ingin “ketinggalan kereta”

Ada beberapa persyaratan yang selalu diperhatikan seorang wartawan untuk mendapatkan berita yang selalu hangat setiap saat :

1.      punya pengalam luas

2.      tahu sedikit dari yang banyak, tapi tahu banyak dari yang sedikit

3.      punya banyak sumber berita dan relasi

4.      punya sense of news dan feeling

untuk memperoleh materi berita, seorang wartawan bisa melakukan lewat berbagai cara :

a.       undangan lisan dan tertulis

b.      memanfaatkan sumber resmi (humas, pengadilan, kepolisian, kejaksaan dll.)

c.       pengembangan atau pendalaman suatu berita (bisa dari media sendiri atau dari media lain)

d.      tips dari redaksi

e.       kalender kerja (kaleidiskop)

f.        monitoring TV / Radio

g.       mengutip agen berita (LKBN Antara, Reuter, UPI, AFN, CNN dll.)

h.       penulis penyumbang/surat pembaca/surat kaleng/iklan dll.

i.         Press release

TEHNIK MENULIS BERITA

Untuk menulis berita (berita langsung/straight news) wartawan dituntut untuk secepatnya menguasai bahan/materi yang akan ditulis (diberitakan). Penulis berita lngsung harus mengikuti kaidah yang berlaku. Diantaranya memenuhi unsur 5 W + 1 H atau 3 M + 3 P atau ditulis dengan piramida terbalik.

Sebelum menulis berita, bahan yang terkumpul baik dengan wawancara, pengamata lapangan dan dari berbagai sumber lainnya, perlu dirumuskan terlebih dahulu. Terutama bagi penulis pertama/pemula.perumusan masalah ini penting untuk menentukan materi mana yang banyak kita jadikan teras berita atau lead. Baru kita menulis berita.

Berita langsung harus ditulis dengan mengikuti kaidah piramida terbalik. Artinya teras / berita harus mencerminkan keseluruhan isi berita. Sehingga kepala berita harus memuat fakta yang teramat penting. Baru pada alenia berikutnya boleh ditulis hal-hal atau informasi yang penting. Pada alenia berikutnya boleh ditulis hal-hal yang penting, kemudian agak penting, serta pelengkap penjelasan pihak-pihak tertentu pendukung berita.

Mengapa teras/kepala berita harus memuat perihal yang terpenting ?

1.      sebagai iklan. Tujuannya untuk merangsang pembaca agar memperhatikan tulisan wartawan yang termuat pada sebuah surat kabar. Teras berita yang bagus dapat memukau pembaca yang pada gilirannya menyeret pembaca pada keseluruhan isi surat kabar tersebut.

2.      Membantu pembaca sibuk. Dengan hanya lead saja, pembaca yang sibuk sudah memperoleh gambarantentang keseluruhan isi berita yang dibacanya. Sehingga mereka tidak perlu bersusah payah melanjutkan membaca surat kabar.

3.      Membantu redaksi. Baik dalam tugas editing maupun pemilihan judul saja petugas arsip sudah menentukan topik berita.

4.      Memudahkan penulis sendiri untuk melanjutkan tulisannya kebagian tubuh berita hingga akhir/penutup. Lead yang baik juga mendorong penulis untuk lebih kreatif dan antusias menyelesaikan tulisannya yang telah dimuat.

CARA MEMBUAT BERITA/LEAD

            Ada beberapa teras yang sering kita temukan pada gambaran surat kabar terkemuka. Diantaranya teras berita pernyataan  (pernyataan dari nara sumber). Teras berita peristiwa (berita peristiwa, kecelakaan, gempa bumi dan lain-lain), dan teras berita kisah (untuk menulis features). Teras berita/lead yang berita yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.:

-         puncak. Lead harus mengandung inti terpenting dari suatu peristiwa/pernyataan yang terjadi atau yang diucapkan dari serangkaian peristiwa/kejadian

-         sebab-akibat. Lead dapat berisi analisis sebab akibat dari suatu peristiwa atau pernyataan yang diuraikan.

-         Lengkap. Padat dan berisi. Lead harus mengandung unsur kelengkapan tetaplah diupayakan ditulis dengan kalimat, ringkas, padat. Hindari kata-kata yang mubazir atau terlalu bertele-tele.

-         Gunakan selalu kata/kalimat aktif bukan pasif. Lead yang baik harus menunjukkan kegiatan yang dinamis dan jangan tulis lead dengan kata-kata klise.

-         Jangan memulai dengan angka dan veri pembaca kepastian. Lead harus dimulai dengan pernyataan dalam bentuk huruf, jangan angka. Pernyataan yang meragukan sebaiknya dihindari pada tubuh berita.

-         Utamakan unsur what, when, dan where. Lead lebih baik dimulai dari pernyataan apa yang terjadi, kapan dan dimana peristiwa itu terjadi

-         Jangan gunakan lebih dari 30-45 kata. Lead yang baik ditulis kurang dari jumlah itu dalam 3 kalimat atau kurang.

-         Dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang (quotation lead). Lead yang demikian hanya untuk orang-orang yang penting/berskala nasional/regional/penguasa wilayah.

-         Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan sekalipun berita yang kita gunakan menyangkut kriminal atau sadistis

PENULISAN TUBUH BERITA

1.      struktur piramida terbalik mengisyaratkan informasi paling penting (hard news) dan paling menarik (soft news) ditempatkan pada teras berita. Informasi ini kemudian dikembangkan pada alenia berikutnya untuk menjelaskan dan melengkapi teras/lead sepanjang masih relevan.

2.      Seiap alenie merupakan pengembangan alenie berikutnya, sehingga informasi yang tidak penting dalam kerangka berita tersebut ditempatkan pada bagian akhir. Namun bukan berarti alenia tersebut tidak berarti bagi berita itu secara keseluruhan itu tetap diperlukan untuk mempertajam asosiatif.

TEHNIK WAWANCARA

            Dalam melakukan wawancara perlu dipahami tehnik wawancara. Sebelum berwawancara, wartawan hendaknya mempersiapkan diri sebaik mungkin. Termasuk bahan pertanyaan yang akan diajukan. Wartawan harus berusaha tampil memikat dengan memegang kepribadian yang utuh, luwes, ramah, sopan, lincah, cerdas dan cekatan. Mengingat sebuah wawancara bukan pertemuan pertama dan yang terakhir kalinya. Sehingga harus diciptakan jalinan kesinambungan dengan sumber berita. Atas dasar sikap saling menghormati dan membutuhkan wartawan hendaknya :

-         cepat dan pandai merumuskan pembicaraan

-         menguasai mateeri

-         merencanakan wawancara dengan berpedoman pada kaidah 5 W + 1 H serta jelas alur dan arah pembicaraan.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN WAWANCARA

·        kenali betul orang yang akan kita wawancarai sampai detail (nama lengkap, jabatan, tempat itnggal, kegemaran dll)

·        buat pokok-pokok pertanyaan dan cadangannya. (selebihnya bisa dikembangkan saat wawancara berlangsung)

·        pertimbangan kesempatan yang tepat (janji, penelponan, sanggong, insidentil dll)

·        pastikan kesediaannya dan beri gambaran seperlunya.

Setelah seluruhnya siap lakukan wawancara dengan memperhatikan hal-hal berikut :

1.      memperkenalkan diri (dari media apa) dan menjelaskan maksud wawancara, apakah untuk berita lempang (straight news/hard news) atau untuk karangan-karangan khas (features)

2.      mengetahui kegemaran atau hobi orang yang akan diwawancarai, untuk membukan / memulai pembicaraan menuju wawancara.

3.      Jalin saling pengertian, saling percaya ciptakan suasana mutual trust

4.      Ciptakan suasana familiar dan tidak terlalu formal, kecuali situasi menghendaki begitu (misal protokoler). Jangan buat aturan sendiri.

5.      Lihai membujuk dan merayu (pentingkan sumber berita)

6.      Jangan mati langkah jika harus “no comment” atau “of the record”

7.      Cepat menyesesuaikan diri dengan situasi baru yang berkembang jika yang terjadi lain dari rencana semula. Cepat rumuskan pertanyaan yang dipersiapkan sebelumnya.

8.      Jangan jadi jaksa atau polisi, tapi jangan pula menjadi pendengar pasif

9.      Jangan malu atau takut minta kejelasan jika memang tidak jelas (jangan sok tahu). Terutama menyangkut data, opini dan nama termasuk angka-angka yang rumit. Kalau perlu mintalah dia mengerjakan untuk anda

10.  Jelaskan jika dia “ of the record”, mana yang tidak perlu ditulis dan mana yang bisa , tanyakan . hargai jika dia minta dilindungi identitasnya.

11.  Nyatakan terima kasih anda dan tanyakan pada sumber berita. Apakah ia masih berkenan untuk wawancara berikutnya, dilain kesempatan.

12.  Bacakan kembali hasil wawancara anda, meski juga direkam dalam recorder. Mohon kepadanya untuk memaraf, terutama bila menyangkut statement yang peka (baca:SARA)

13.  Kesinambungan poko pikiran antara alenia tetap dijaga. Setiap alenia mengandung unsur transisi yang mengacu pada poko pikiran yang akan tertuanag pada alenia berikutnya.

14.  Kalimat yang digunakan untuk membangun alenia lugas, ringkas, dan jelas dengan tetap bercitrarasa bahasa yang baik.

15.  Tubuh berita diawali dengan penulisan date line dengan komposisi nama kota (peristiwa itu berlangsung) dan nam surwat kabar /harian/mingguan yang menerbitkan.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.